Suasana Kepercayaan Sikh Temple


Langkah pertama masuk ke dalam ruang itu bukan sekadar fisik—itu adalah pelepasan ego. Sepatu dilepas, bukan hanya karena aturan, tapi sebagai simbol bahwa kita datang tanpa kesombongan, tanpa hiruk pikuk dunia luar.


Seorang tetua berdiri di depan kalender, tangannya terangkat seolah sedang menjelaskan sesuatu. Matanya tajam, tapi penuh kelembutan. Ia bukan hanya berbicara tentang tanggal, tapi tentang waktu yang dijalani dengan makna.


Di sudut lain, sebuah plakat batu bertuliskan:

“In Loving Memory of S. Hukam Singh.”
Nama itu terukir abadi, bukan hanya di marmer, tapi di hati komunitas yang mengenangnya.



Dinding putih dihiasi poster berbingkai emas, penuh ajaran dan sejarah. Bahasa Hindi dan Inggris berdampingan, seolah berkata: “Semua dipersilakan, semua bisa belajar.” Di balik tangga, seorang pria bersorban berjalan perlahan, mengenakan pakaian tradisional. Ia bukan hanya penjaga tempat, tapi penjaga nilai.

Karpet biru membentang seperti jalan spiritual. Di kiri, tanaman hijau merambat di dinding, mengingatkan bahwa kesucian tak harus kaku—ia bisa hidup, tumbuh, dan menyegarkan.


Dokumentasi: Laura Inggrit Dominika Gultom (LIDG)

 






Posting Komentar

0 Komentar